Dua Korban KM Nurul Salsa Kembali Ditemukan Selamat di Pulau Balaloho
By Admin

Dok. Ist
nusakini.com, Selayar — Upaya pencarian korban kecelakaan laut KM Nurul Salsa membuahkan hasil positif pada hari kelima operasi penyelamatan. Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua penumpang dalam kondisi hidup di kawasan Pulau Balaloho, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (19/7/2026).
Kedua penyintas tersebut diidentifikasi bernama Nurmiati, seorang wanita berusia 46 tahun, dan Jasmal, pemuda berumur 24 tahun. Berdasarkan informasi dari otoritas setempat, keduanya pertama kali ditemukan terdampar di pesisir pulau oleh kru kapal nelayan KM Bari Baria 05 sebelum akhirnya dievakuasi oleh petugas.
Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, membenarkan adanya penemuan tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari penyisiran intensif yang dilakukan oleh seluruh elemen penyelamat.
"Alhamdulillah, pada hari kelima operasi SAR kembali ditemukan dua korban dalam keadaan selamat di Pulau Balaloho. Korban ditemukan oleh KM Bari Baria 05 dan saat ini bersama KRI Marlin 877 sedang dievakuasi menuju Pelabuhan Benteng," ujar Sultan pada Minggu (19/7/2026).
Proses pemulangan kedua korban kini tengah berjalan dengan bantuan kapal perang KRI Marlin 877. Setelah bersandar di Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Nurmiati dan Jasmal akan langsung diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis dan pemulihan trauma.
Merujuk pada data terbaru dari posko SAR, penemuan ini mengubah peta pencarian korban insiden KM Nurul Salsa. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 59 orang berhasil diselamatkan, satu orang dikonfirmasi meninggal dunia, dan 18 penumpang lainnya diduga masih hilang di sekitar perairan barat Pulau Polassi.
Operasi SAR pada hari kelima ini memperluas radius penyisiran hingga mencakup area seluas 1.305 mil laut persegi. Wilayah operasional tersebut dibagi menjadi empat sektor utama guna memastikan efektivitas pergerakan armada penolong.
Dalam misi kemanusiaan ini, Basarnas mengerahkan alutsista utama seperti KN SAR Puntadewa 250 dan KN SAR Pacitan 102. Gerakan tersebut turut diperkuat oleh armada TNI Angkatan Laut melalui KRI Marlin 877 dan KRI Hiu 634, serta sinergi dari personel Polri, BPBD, Syahbandar, dan relawan nelayan setempat. (*)